Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Nurul Ikhsan
Kuninganpos.com – Geliat ekonomi kembali terasa setelah Pemkab Kuningan memberlakukan PPKM Level 2 yang disambut antusias oleh pelaku usaha bahkan masyarakat.
Kembali normal aktivitas ekonomi sejalan dengan penurunan angka masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Kuningan. Tentu ini kabar baik bagi para pelaku usaha. Terlihat para pedagang sudah kembali membuka usaha dengan normal, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).
BACA JUGA : GM FKKPPI Kuningan Rayakan Milangkala Ke-43 Tahun, Digelar di Wisata Tenjo Laut
Salah satu usaha kedai kopi yang ada di Taman Cirendang, Galeri Kopi Kuningan sudah mulai beroperasi meski jam operasional dan kapasitas pengunjung masih di batasi.

“Alhamdulillah kami sudah buka mulai jam 13.00-21.00 WIB. Kita juga di sini tetap menerapkan prokes, kita tetap patuh dengan aturan-aturan yang ada,” ujar Manager Galeri Kopi Kuningan Deki Agus Ramdani kepada Kuninganpos.com, Senin (13/9/2021).
Deki menuturkan, “Awal di buka kopi tanggal 8 April 2021, kami lahir di masa pandemi, kita tetap bertahan sampai kedepanpun konsisten untuk memasarkan produk-produk kopi lokal Kabupaten Kuningan, maka di sana mengerucut kepada nama Galeri Kopi Kuningan,” ungkapnya.
Dijelaskan Deki, Galeri Kopi Kuningan mengusung kopi Kuningan dengan tujuan mengakomodir dan memberdayakan penggiat petani kopi di Kuningan. Bahan kopi Agus ambil langsung dari wilayah Cibeureum, Linggarjati, Linggasana sampai Kuningan selatan Pasir Batang, Karang Sari dan Cipasung Cibunar.
“Karena kita konsep metodenya mengusung kopi Kuningan, artinya kita mengakomodir para penggiat petani kopi di Kuningan, dan untuk di display di sini, di beli disini, di pasarkan di sini,” ujar Deki.
Galeri Kopi Kuningan, menurut Deki, sangat menjaga kualitas dan citarasa kopi, mulai dari pemilihan kopi, membangun kemitraan dengan petani kopi, pemenuhan proses kopi, hingga pengemasan kopi yang siap dipasarkan.
“Konsep Galeri Kopi Kuningan kita pastikan dilihat dengan benar, apakah diproses dengan benar, petaninya ada, kelompoknya ada, kemasan packaging nya ada, kita beli dan pasarkan di sini,” pungkasnya.