Oleh Yunisa Dwi Mulianti
Mahasiswi Program Studi Agribisnis
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Bunga telang memiliki potensi untuk dapat digunakan dalam ranah pengobatan karena memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba yang potensial.
Secara ilmiah, bunga telang juga dikenal sebagai Clitoria ternatea. Tanaman ini memiliki bunga yang berwarna biru cerah keunguan yang khas, kelopaknya berbentuk corong serta mahkota yang berbentuk kupu-kupu. Tanaman ini dapat tumbuh di daerah tropis, subtropis maupun daerah beriklim sedang. Tanaman ini diduga berasal dari pulau Ternate, Indonesia. Namun, asal geografis yang tepat dari C. ternatea sulit ditentukan. Meskipun begitu, tanaman ini mudah dibudidayakan karena sifatnya yang toleran terhadap kondisi kering, memiliki kemampuan fiksasi nitrogen, dapat melakukan penyerbukan sendiri, dan dapat menyebar dengan biji.
Bunga telang memiliki potensi untuk dapat digunakan dalam ranah pengobatan karena memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba yang potensial seperti antivirus, antiinflamasi, anti alergi, antidiabetes, dan antikanker. Tidak hanya itu, bunga telang juga disebut sebagai obat “Madhya” (mengencangkan otak) yang baik digunakan dalam pengobatan penyakit mental, meningkatkan system kerja otak dan meningkatkan daya ingat.

Warna biru cerah yang terdapat pada kelopak bunga telang dihasilkan dari antisianin yang dikenal sebagai ternatin dan digunakan sebagai pewarna alami untuk berbagai macam makanan dan minuman. Misalnya saja untuk mewarnai yogurt susu kambing, teh, dan beberapa jenis minuman lainnya. Selain itu dapat digunakan pula sebagai pewarna pada beberapa makanan seperti kue, muffin, dan permen serta makanan tradisional seperti barangko, putu, getuk lindri, cendol, dan tapai ketan. Perpaduan antara warna dan manfaatnya bagi kesehatan membuat bunga telang mulai mendapat banyak perhatian dari masyarakat.

Tak hanya dalam bidang pangan, bunga telang juga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Bahkan jika dibandingkan dengan kacang-kacangan lainnya, pakan ternak yang berasal dari bunga telang memiliki karakteristik nutrisi yang lebih baik dan dapat eningkatkan kepadatan energi pakan. Sedangkan dalam sektor pertanian, tanaman ini dapat memperbaiki nutrisi tanah karena dapat mengikat nitrogen bebas dari udara yang menjadikan tanaman ini sangat ideal untuk digunakan dalam sistem rotasi tanaman.
Namun, tidak banyak diketahui orang bahwa tanaman yang biasa dijadikan tanaman hias ini ternyata memiliki khasiat yang luar biasa bagi kesehatan. Beberapa manfaatnya yitu :
Baik untuk kesehatan otak
Seperti yang sudah disebutkan di awal tadi bahwa bunnga telang mengandung antioksidan seperti flavonoid dan antisianin yang baik untuk memperbaiki sel-sel tubuh, termasuk sel saraf. Tak hanya itu, bunga telang juga diketahui dapat membantu meningkatkan produksi asetilkolin, yaitu zat kimia di otak yang memiliki peran dalam proses mengingat, mempelajari suatu informasi, dan menjaga konsentrasi.
Membantu memperbaiki mood/suasana hati
Meminum teh bunga telang dipercaya dapat memiliki efek penghilang stress yang juga membantu mengurangi gejala kecemasan dan depresi. Selain itu, minuman teh bunga telang ini juga dipercaya dapat menyegarkan otak, meningkatkan tingkat energi, dan stamina serta memengaruhi emosi positif dan dapat meningkatkan produktivitas seseorang.

Mencegah kerontokan rambut dan merangsang pertumbuhan rambut
Bunga telang juga mengandung bioflavonoid dan anthocyanin, yakni senyawa yang diketahui dapat meningkatkan sirkulasi darah di kepala dan dapat membantu menjaga kesehatan kulit kepala serta mampu mengatasi kerontokan rambut serta mengurangi munculnya uban.
Mengandung antioksidan
Dalam sebuah studi berjudul “International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences”, para peneliti menyimpulkan bahwa ekstrak methanol yang terdapat pada bunga telang sangat berpotensi menjadi sumber antioksidan. Kandungan senyawa flavonoid, antisianin, dan fenolik dalam bunga telang juga bermanfaat dalam pengaktifan peran antioksidan dalam tubuh. Antioksidan memiliki manfaat untuk membantu melindungi sel serta mengurangi stress oksidatif yang mengakibatkan penuaan dini maupun penyakit kronis lainnya.
Mengurangi peradangan
Bunga telang mengandung sekitar 51-51% asam oleat. Asam lemak baik ini biasanya ditemukan pada minyak zaitun. Beberapa studi menyatakan, asam oleat bahkan mampu mengurangi peradangan atau anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi infeksi serta pembengkakan seperti nyeri tubuh, migrain, infeksi luka serta sakit kepala.
Manfaat tersebut dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menyeduhnya dan meminumnya sebagai teh bunga telang. Berikut adalah Langkah-langkah pembuatan teh bunga telang :

- Siapkan bunga telang yang telah dipetik dan dicuci bersih
- Kemudian masukkan kelopak bunga telang dan air dingin kedalam teko atau wadah kaca
- Lalu tutup teko kaca dan masukkan kedalam lemari es lalu diamkan setidaknya 6 jam atau bisa sampai 24 jam
- Setelah itu saring air rendaman bunga telang tersebut kemudian pindahkan kedalam cangkir atau gelas
Kemudian teh tersebut dapat langsung diminum atau dapat pula dihangatkan maupun dicampur dengan es batu. Namun, selain dicampur dengan es batu dapat juga diberi perasan lemon sehingga warnanya dapat berubah dari biru menjadi ungu. Hal ini dikarenakan air lemon mengandung asam yang bisa mengubah tingkat keasaman atau pH dalam minuman bunga telang.
Namun, berdasarkan penjelasan dari Dr. Hardhi Pranata, konsumsi teh bunga telang secara berlebihan akan menimbulkan efek samping seperti mual, diare, dan kemungkinan timbulnya penyakit batu ginjal. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya.
Mual
Jika mengonsumsi bunga telang secara berlebihan, ekstrak bunga telang dapat menimbulkan resiko mual yang dapat dialami oleh orang yang mengonsumsinya. Oleh karena itu, konsumsi bunga telang harus dalam jumlah secukupnya dan tidak berlebihan
Diare
Selain mual, konsumsi bunga telang yang berlebihan juga berpotensi menimbulkan diare. Jika hal ini sudah terjadi segera hentikan konsusi teh bunga telang dan lekas konsultasikan penyakit ini kepada dokter.
Batu ginjal
Bahaya bunga telang yang selanjutnya ialah adanya potensi untuk menimbulkan penyakit batu ginjal. Hal ini dikarenakan bunga telang memiliki kandungan asam oksalat yang tinggi.
Antigizi
Selain batu ginjal, bahaya yang perlu diwaspadai dari bunga telang adalah karena bersifat antigizi atau antinutritive. Kandungan asam oksalat yang terdapat dalam tanaman ini bisa mengikat berbagai gizi yang terdapat dalam tubuhh yang dapat mengakibatkan masalah kurang nutrisi.
Menimbulkan alergi
Bagi beberapa orang, konsumsi teh bunga telang mungkin saja dapat menimbulkan berbagai macam alergi karena banyaknya kandungan yang terdapat dalam bunga telang. Jika tanda-tanda alergi sudah muncul, segera hentikan konsumsi dari bung aini.