Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Heri Taufiq
Kuninganpos.com – Giliran Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di suntik vaksin. Pelaksanaan vaksin digelar di Kantor Diskominfo Kabupaten Kuningan, Kamis (4/3/2021).
Penyuntikan vaksin berjalan dengan lancar dengan mentaati protokol kesehatan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, serta Membatasi Mobilisasi dan Interaksi).
BACA JUGA : Ridwan Kamil Luncurkan West Java Calendar of Event 2021
“Barusan saya sudah di vaksin. Tata cara SOP nya adalah pertama harus daftar terlebih dahulu, kemudian screening kesehatan, setelah dinyatakan sehat dan sudah memenuhi kriteria baru boleh di vaksin, kemudian tunggu 30 menit untuk observasi. ternyata allhamdulillah saya tidak apa-apa dan tetap sehat, yang terpenting di vaksin tidak sakit sama sekali.” Kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wahyu Hidayah usai melaksanakan vaksin.
BACA JUGA : Berjalan Lancar, STQH Ke-46 Tahun 2021 Tingkat Kabupaten Kuningan Resmi Ditutup dengan Pengumuman Juara
Wahyu juga mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Kuningan untuk mau di vaksin dalam rangka pencegahan penyebaran virus covid-19. “saya sudah di vaksin, vaksin tidak sakit,” aku Wahyu.

Senada disampaikan Kepala Bidang Informasi dan Publikasi Anwar Nasihin juga mengaku tidak merasa sakit saat dirinya di suntik vaksin.
BACA JUGA : Kolaborasi Berbagai Pihak untuk Pulihkan UMKM di Jabar
“Allhamdulillah vaksin untuk penyuntikan pertama sudah selesai pada pelaksanaan nya tidak terasa sakit, saat ini saya merasa tenang dan aman untuk melaksanakan aktivitas, karena dengan perlindungan vaksin kita akan berusaha secara ikhtiar terhindar dari paparan covid-19,” ungkap Wahyu.
Kabid IKP juga menghimbau, semua masyarakat Kabupaten Kuningan jangan merasa takut di vaksin karena, vaksin ini sangat aman dan banyak sekali manfaatnya, seperti untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 sehinggan dapat mempercepat selesainya pandemi ini.
BACA JUGA : Sebanyak 1,3 Juta UMKM di Jabar Sudah Menggunakan QRIS
Di tempat yang sama, dr. Dudin Safrudin dari pihak Puskesmas menyampaikan, proses vaksin ini dilakukan di lengan sebelah kiri bagian atas dengan dosis kurang lebih 0,5 dengan jenis vaksin yang di gunakan yaitu vaksin pabrikan Sinovac.

Sejumlah 63 peserta ikut di vaksin. Ada beberapa peserta vaksin yang gagal karena setelah di observasi belum memenuhi syarat, diantaranya hasil dari tensi darahnya masih tinggi. Bagi yang belum di vaksin akan di lanjutkan Jum’at (5/3/2021) di Puskesmas Cigugur.
“Ada yang bisa divaksin dan ditunda, untuk hasil pemeriksaan screening dimeja 2, nanti dari situ kesimpulan nya bisa di vaksin atau tidak, untuk yang memiliki riwayat penyakit berat seperti gula atau darah tinggi kita tunda dulu,” terang Dudin.
BACA JUGA : Wisatawan Menginap di Hotel Jabar Menurun
Dudin juga menjealskan, pada saat dimeja 2 juga akan dilakukan wawancara singkat dan pemeriksaan, kalo sekiranya hasilnya diluar kriteria, ada kriteria relatif dan mutlak. untuk relatif bisa kita tunda, nanti dilakukan kontrol lagi kalo kondisinya sudah stabil bisa dilakukan penyuntikan di lain waktu, kalo yang mutlak misalnya gulanya masih tinggi, jantung, alergi terhadap obat tertentu yang dimana kita menghawatirkan nanti pada saat penyuntikan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan maka itu ditunda tidak dilakukan penyuntikan.
“Rekan-rekan semua tidak usah terlalu khawatir, ini semua yang dari Puskesmas Sukamulya hampir 67 orang sudah di vaksin tahap 2 dan semuanya aman. Allhamdulillah bisa memberikan pelayanan disini. Mudah-mudahan Diskominfo semuanya bisa mendapatkan nilai manfaat dari vaksin ini,” pungkasnya. ***