Merawat Silaturahmi, Keluarga Besar Sanding Gunung Kuningan di Jakarta Gelar Halal Bihalal Idul Fitri 1444 M/2023 M

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Nurul Ikhsan

Kuninganpos.com, Jakarta – Paguyuban Keluarga Besar Sanding Gunung menggelar Halal Bihalal Idul Fitri 1444 H/2023 M. Mengangkat tema Perkuat Silaturahmi, Rekatkan Persaudaraan, halal bihalal yang dihadiri para pini sepuh dan tokoh warga Sanding Gunung dan ratusan peserta tersebut berlangsung di Graha Kerukunan, RW 13 Pulo Gebang Permai, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Minggu (21/5/2023).

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh qori Ustad Nurkholik. Selanjutnya sambutan dari Ketua Keluarga Besar Sanding Gunung Drs. H. Syihabuddin Latief, MM, dan sejumlah sambutan dari tokoh warga Sanding Gunung.

BACA JUGA : Caleg Golkar Yadi Mulyadi dari Dapil 3 Kuningan Hadiri Halal Bihalal Paguyuban Sanding Gunung

Dalam sambutannya, H. Syihabuddin Latief menyampaikan pentingnya keluarga besar Sanding Gunung untuk senantiasa kompak, guyub dan terus merawat silaturahmi.

“Sebagai sebuah entitas, Sanding Gunung telah menorehkan peran dan kontribusi nyatanya bagi upaya melestarikan silaturahim antarkeluarga yang berasal dari karuhun yang sama. Bertahun para pendiri berjuang agar kekerabatan ini tetap terjaga dengan baik meski generasi terus berganti sebagai sebuah keniscayaan kehidupan. Para pendiri telah tiada, yang muda menggantikan, begitu seterusnya,” kata H. Syihabuddin Latief.

Ketua Keluarga Besar Sanding Gunung Drs. H. Syihabuddin Latief, MM saat memberikan sambutan. FOTO: Kuninganpos.com.

Ia menambahkan, seiring waktu dan arus perubahan yang bergerak maju, sebagai sebuah paguyuban yang diikat oleh tali darah satu karuhun, Sanding Gunung saat ini berjalan dengan kaki-kaki yang terbilang saja, tangan-tangan yang jarang saling menggenggam dalam kehangatan, perjumpaan mata saling tatap langsung semakin terhambat oleh usia dan kesibukan, membuat kekhawatiran bahwa pertalian satu karuhun akan semakin meluntur.

“Sebaiknya kita merenungkan, bahwa waktu yang ada ini mari kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk saling menyapa, berkabar dan bercerita tentag keluarga. Memperkenalkan anak-anak, cucu-cucu kita masing-masing pada sanak kerabat Sanding Gunung lainnya, bahwa kekerabatan ini tidak boleh lepas dan lapuk karena waktu dan ketidakmampuan kita mengikatkannya lebih kuat. Jangan sampai anak cucu dan generasi mendatang pareumeun obor,” ujarnya.

Menurutnya, bertemu dalam suasana halal bihalal, tidak hanya sekedar silaturahim yang tidak membekas. Apa yang bisa kontribusikan bagi kerabat dan tanah leluhur kita meski dengan segala keterbatasan. Karena yang paling penting, bagaimana menjaga kesinambungan pertalian darah satu karuhun dengan tanah karuhunnya itu tetap terjalin. Menceritakan siapa saudara antarkerabat, akan membuat anak cucu kita tidak hanya saling mengenal tapi bagaimana kecintaan dan kepedulian bagi tanah karuhunnya tetap nyala. Obor itu tidak boleh “pareum”, harus tetap menyala.

“Mengapa saya konsen dengan pentingnya anak cucu dan generasi selanjutnya terpelihara komunikasi dan silaturahimnya? Kepada merekalah kita menitipkan paguyuban ini agar tetap ada, kepadan anak cucu kitalah perjuangan dan cita-cita luhur pinisepuh ini dapat dilanjutkan. Kita yang hadir di sini, satu waktu akan menepi “berkhalwat” mempersiapkan diri menjalani kehidupan yang abadi. Maka, mari kita niatkan dengan tulus, persiapkan anak cucu kita sebagai penerus dan pewaris sah perjuangan dan cita-cita Sanding Gunung ini didirikan,” tandasnya.

Diakhir sambutannya, H. Syihabuddin Latief menyampaikan doa dan harapannya agar seluruh keluarga besar diberikan kesehatan dan panjang usia. “Semoga Allah Swt memberikan kekuatan, kesempatan kepada kita semua, agar tetap sehat dan kembali berjumpa pada momen-momen lain perjumpaan keluarga besar Sanding Gunung,” pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan oleh pemuka agama. Dilanjutkan ramah tamah dengan saling bersalam-salaman, dan pembagian hadiah door prize. Peserta yang hadir juga disuguhkan hiburan musik.

By Nurul Ikhsan

Kang Ikhsan, biasa kolega pria kelahiran Kuningan ini dipanggil. Masa remajanya dihabiskan di Kota Cirebon saat ia menempuh pendidikan SMA di kota udang. Sekolah SD dan SMP diselesaikan di Kuningan. Saat SMA, pria humoris dan bageur ini sudah menyukai dunia tulis menulis. Di sekolahnya Kang Ikhsan aktif dalam club menulis dan mengelola majalah dinding (mading). Kecintaan dengan dunia Jurnalistik ia lanjutkan saat kuliah di Jakarta dengan aktif di pers kampus sebagai pemimpin redaksi tabloid kampus pada tahun 1997. Ia juga mendirikan Lembaga Pers Mahasiswa dan Radio Kampus (LEMAPKA) yang anggotanya adalah Organisasi Pers Kampus se Jabodetabek. Pendirian LEMAPKA menurutnya sebagai organ perjuangan untuk mendukung gerakan mahasiswa saat menumbangkan rezim orde baru, hingga kejatuhannya Presiden Suharto. Ia juga aktif di organ gerakan mahasiswa yang tergabung di Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se DKI Jakarta (FKMSJ). Beberapa kali mendapat penugasan sebagai jenderal lapangan (Jenlap) memimpin ribuan mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan menyuarakan gerakan reformasi hingga menduduki Gedung DPR RI. Tak jarang ia menjadi buruan intel dan berurusan dengan Intelpam Polda Metro Jaya karena seringnya memimpin gerakan aksi demonstrasi mahasiswa secara besar-besaran. Sejak masih mahasiswa, Kang Ikhsan bekerja di beberapa media cetak nasional. Selepas menyelesaikan kuliah, Kang Ikhsan masih bekerja aktif di beberapa media nasional koran, majalah dan radio di Jakarta. 20 tahun ia masih mencintai dan aktif menekuni profesi jurnalisnya hingga saat ini memimpin redakasi di Kantor Berita Kuningan (KBK) yang menaungi Kuninganpos.com, Kuninganhits.com, Fajarkuningan.com, Kuningantoday.com, dan KBK Kelas Jurnalistik, serta beberapa media online nasional lainnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Menarik Lainnya