Pelatih Pesik Senior Anas Nasrun: Kita Masih Seleksi Pemain

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Jamaludin Al Afghani

Kuninganpos.com – Sejak seleksi pemain di gelar dari awal Oktober, kuota skuad Pesik senior masih belum memenuhi jumlah dari yang ditargetkan 30 pemain.

Dikatakan pelatih kepala Pesik senior Anas Nasrun, sampai saat ini pemain Pesik baru mendapat 20 atlet hasil seleksi. Pihaknya masih terus melakukan seleksi pemain guna memenuhi target kuota. Ia mentargetkan sampai November nanti seleksi sudah rampung dilakukan.

BACA JUGA : Pesta Gol Tanpa Balas, Pesik U-17 Cukur Al Jabbar FC 7-0

Dari pemain yang sudah ada, dikatakan Coach Anas, ada sebagian pemain yang memperkuat tim Porda sudah bergabung di Pesik senior. Ia juga mengatakan, seleksi yang dilakukan cukup ketat guna menghasilkan skuad Pesik senior yang berkualitas, baik secara individu (skill) dan kekompakan tim.

Pemain Pesik senior saat warming up sebelum laga uji tanding di lapangan Indang jaya, Desa Bendungan, Kecamatan Lebakwangi, Minggu (24/10/2021). Foto: Kuninganpos.com/N. Ikhsan

“Ini kebanyakan anak-anak Porda dan ditambah yang senior. Ini tidak menutup kemungkinan ada tambahan juga karena target sampai 30 pemain. Nanti berapa (jumlah pemain) yang mau dibawa (bermain di Liga 3 Seri 2) tergantung Manager Pesik,” terang coach Anas.

Singkatnya waktu persiapan jelang bergulirnya Liga 3 pada Desember tahun ini, Coach Anas akan memaksimalkan program latihan.

“Saya rasa gak bakalan susah (melatih) yah, karena sebagian tim ada pemain yang memperkuat Porda (Jabar). Ini kebanyakan anak-anak Porda. Rencana latihan satu minggu empat kali latihan dalam satu bulan. Tapi satu bulan jelang kompetisi akan saya perpadat lagi, bila perlu pagi dan sore, karena kalau tidak begitu gak ke uber (sisa waktu dua bulan),” jelas coach Anas.

Coach Anas juga menyampaikan persiapan waktu yang seharusnya cukup dalam membentuk tim dan program latihan. Menurutnya, dibutuhkan minimal enam bulan untuk mempersiapkan dan menghasilkan tim yang ideal di Pesik senior.

“Biasanya saya kalau megang tim (Pesik) dari tahun 2005, saya programkan enam bulan baru bisa masuk. Tapi saat ini kita hanya punya waktu hanya dua bulan. Walaupun pemain (yang ada saat ini) sudah pada jadi, tapi saya kira memadukan pemain itu agak susah yah,” ungkap pelatih yang dikenal cukup senior di persepakbolaan di Kabupaten Kuningan ini.

Coach Anas juga menyoroti potensi besar atlet sepakbola di Kabupaten Kuningan. Menurutnya, dukungan dari Sekolah Sepak Bola (SSB) sangat membantu pembinaan atlet muda di Kabupaten Kuningan. Lebih dari itu, pelatih yang dikenal keras dalam melatih tersebut meminta pengurus PSSI Askab Kuningan agar benar-benar lebih serius membina atlet.

“Saya fikir Kuningan materi pemainnya bagus-bagus yah. Terus SSB pun cukup banyak, dan pelatih-pelatihnya juga bagus-bagus. Tapi kembali bagaimana PSSI Askab Kuningan sendiri ingin persepakbolaan di Kuningan lebih maju, berarti Askab sendiri harus bisa bergerak, misal adakan kompetisi untuk usia 13 tahun dan usia dini, karena dari situlah bisa kelihatan bibit-bibit atlet sepakbola yang dimiliki Kabupaten Kuningan,” tandasnya.

Ia menilai PSSI Askab Kuningan sampai saat ini belum terlihat gerakannya membina atlet-tlet muda dan mempersipkan tim di Pesik secara keseluruhan.

“Askab belum kelihatan. Saya sendiri di Askab itu sebagai mitra, tepatnya sebagai Ketua Pelatih PSSI Kabupaten Kuningan. Saya sendiri gak bisa ngomong karena belum ada instruksi dari Askab sendiri. Kalau dia (Askab) sudah ada kegiatan baru saya bisa bergerak,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Manager Pesik senior, Andi Darsim. Ia mengaku tetap optimis bisa memenuhi jumlah pemain, walau menurutnya waktu persiapan yang tinggal menyisakan dua bulan dirasa terlalu singkat jelang Pesik mengikuti kompetisi Liga 3 Seri 2.

“Kita masih melakukan seleksi agar bisa memenuhi 30 pemain. Sejujurnya, dengan 18 sampai 20 pemain kita bisa mempersiapkan tim mengikuti kompetisi Liga 3. Namun kita di manajemen Pesik inginnya bisa mendapat jumlah pemain yang cukup. Bila perlu kita akan uji tanding ke setiap desa untuk melihat langsung atlet yang bisa kita tarik ke Pesik,” ungkap Andi yang juga pemilik SKL FC.

Ditambahkan Andi, pihaknya juga meminta PSSI Askab Kuningan dan Bupati Acep Purnama aktif membantu usaha-usaha manajemen Pesik dalam mempersiapkan tim mengikuti kompetisi Liga 3 mewakili Kabupaten Kuningan. Bantuan yang dimaksud Andi, ia meminta Askab agar membantu memikirkan anggaran, sarana dan prasarana kebutuhan di tim Pesik.

“Ini kerja tim. Tentunya semua potensi harus dikerahkan agar persiapan, pemain dan pelatih bisa maksimal. Kami meminta pemangku kepentingan sepakbola di Kuningan ikut membantu membangun Pesik dan persepkabolaan di Kuningan. Masyarakat Kuningan sudah optimis dengan keberadaan Pesik ini, yang sebelumnya sudah lama tidak terlihat di lapangan dan di laga kompetisi,” pungkas Andi. (NURIS)

By Nurul Ikhsan

Kang Ikhsan, biasa kolega pria kelahiran Kuningan ini dipanggil. Masa remajanya dihabiskan di Kota Cirebon saat ia menempuh pendidikan SMA di kota udang. Sekolah SD dan SMP diselesaikan di Kuningan. Saat SMA, pria humoris dan bageur ini sudah menyukai dunia tulis menulis. Di sekolahnya Kang Ikhsan aktif dalam club menulis dan mengelola majalah dinding (mading). Kecintaan dengan dunia Jurnalistik ia lanjutkan saat kuliah di Jakarta dengan aktif di pers kampus sebagai pemimpin redaksi tabloid kampus pada tahun 1997. Ia juga mendirikan Lembaga Pers Mahasiswa dan Radio Kampus (LEMAPKA) yang anggotanya adalah Organisasi Pers Kampus se Jabodetabek. Pendirian LEMAPKA menurutnya sebagai organ perjuangan untuk mendukung gerakan mahasiswa saat menumbangkan rezim orde baru, hingga kejatuhannya Presiden Suharto. Ia juga aktif di organ gerakan mahasiswa yang tergabung di Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se DKI Jakarta (FKMSJ). Beberapa kali mendapat penugasan sebagai jenderal lapangan (Jenlap) memimpin ribuan mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan menyuarakan gerakan reformasi hingga menduduki Gedung DPR RI. Tak jarang ia menjadi buruan intel dan berurusan dengan Intelpam Polda Metro Jaya karena seringnya memimpin gerakan aksi demonstrasi mahasiswa secara besar-besaran. Sejak masih mahasiswa, Kang Ikhsan bekerja di beberapa media cetak nasional. Selepas menyelesaikan kuliah, Kang Ikhsan masih bekerja aktif di beberapa media nasional koran, majalah dan radio di Jakarta. 20 tahun ia masih mencintai dan aktif menekuni profesi jurnalisnya hingga saat ini memimpin redakasi di Kantor Berita Kuningan (KBK) yang menaungi Kuninganpos.com, Kuninganhits.com, Fajarkuningan.com, Kuningantoday.com, dan KBK Kelas Jurnalistik, serta beberapa media online nasional lainnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Menarik Lainnya